1. Jalan menuju Allah sama banyaknya dengan jumlah makhluk.
Namun jalan paling mudah dan singkat adalah berkhidmat
kepada sesama manusia, tidak mengganggu sesama
manusia, dan membahagiakan sesama manusia.
2. Selama egomu menyertaimu, engkau tak akan kenal Allah,
sebab ego tidak menyukai manusia universal.
3. Tak akan pernah seorang pun kehilangan harapan manakala
ia bertawakkal dan bersandar kepada Allah.
4. Barang siapa sepenuhnya menjadi milik Yang Maha Pemberi,
semua tindakannya adalah keramat.
5. Manusia sejati adalah orang yang bisa bergaul dengan orang
banyak tapi tidak pernah lupa mengingat Allah barang sesaat
pun.
6. Wali adalah mereka yang membaur(bercampur) dengan
penduduk, makan tidur bersama mereka, jual beli di pasar,
berperanan serta di dalam hubungan kemasyarakatan, dan tak
pernah lupa kepada Tuhan sejenak pun.
7. Jadilah seperti butiran debu yang menggelinding terbawa
sapu di bawah perintah sang pembimbing spiritual, dan jangan
seperti batu yang tertinggal.
8. Sufi adalah kejayaan di dalam kesengsaraan, kekayaan di
dalam kemiskinan, keagungan di dalam pengabdian, rasa
kenyang di dalam kelaparan, berpakaian di dalam
ketelanjangan, kebebasan di dalam perbudakan, dan
kehidupan di dalam kematian, serta kemanisan di dalam
kegetiran......para sufi adalah mereka yang puas akan segala
yang Tuhan lakukan agar Tuhan puas dengan apa yang mereka
lakukan.
9. Tentang keajaiban, suatu hari seseorang bercerita kepada
Abu Said bahwa ada seorang ahli mistik yang berjalan di atas
air. Kata Abu Said: "Kodok-kodok dan unggas pun berjalan di
atas air. "Orang itu berkata lagi bahwa si fulan, ahli mistik
lainnya, bisa terbang. Ia menjawab, "Burung-burung dan
serangga juga bisa terbang." Ketika diceritakan lagi bahwa ada
ahli mistik lainnya yang bisa pergi dari satu
dalam sekejap. Ia menjawab," Setan bisa bolak-balik dari timur
ke barat hanya dalam satu tarikan nafas."
10 Peraturan Sufi
1. Pengikut harus menjaga kebersihan pakaiannya dan harus
senantiasa dalam keadaan suci untuk berdoa. Aturan ini pada
dasarnya berlaku bagi umat Islam seluruhnya, karena
seseorang yang dalam keadaan kotor(najis) tidak
diperkenankan shalat, membaca al-Qur'an dan jenis ibadah
lainnya. Jika orang itu meninggal dalam keadaan tidak suci,
maka ia akan mendapat ganjaran hukuman di akhirat kelak.
2. Seseorang tidak diperkenankan duduk di tempat suci kalau
hanya berbincang-bincang tak menentu.
3. Shalat harus dilaksanakan secara berjamaah, terutama bagi
para pemula. (Walau shalat berjamaah berlaku hanya pada saat
shalat Jumat, namun orang Islam menganggap akan lebih
berpahala bila dilaksanakan secara berjamaah).
4. Dianjurkan untuk banyak-banyak berdoa, shalat tahajjud di
malam hari.
5. Pada saat subuh, penganut harus berdoa untuk mohon
ampunan.
6. Di waktu subuh ia harus membaca al-Qur'an, menahan diri
untuk tidak berbicara hingga matahari terbit.
7. Di antara dua shalat maghrib dan isya, pengikut harus
menyibukkan diri dengan zikir dan wirid yang dipimpin oleh
gurunya.
8. Ahli sufi harus menerima dengan tangan terbuka dan
merawat fakir miskin, serta orang yang dalam keadaan
kekurangan.
9. Tidak diperkenankan makan tanpa ada teman-teman seorang
diri dianggap tidak menyenangkan dan melanggar aturan;
menawarkan porsi yang sekalipun kecil kepada seorang
kaumnya yang lebih lapar adalah sangat terpuji.
10. Pengikut tidak diperkenankan pergi tanpa izin.
Aturan terakhir yang nampaknya tidak memiliki dasar yang jelas
dicanangkan oleh Abu Said karena ia amat sadar akan bahaya
yang terkandung dalam dunia mistik bila murid tidak dibimbing
dengan baik.

