Friday, November 21, 2008

RABB

Setiap detik kita menghayati kehidupan yang entah bila akan berhenti seperti yang telah ditentukan oleh Yang Maha Esa. Kehidupan nan singkat di bumi ciptaan Yang Maha Quddus tanpa rahmatNya tidak akan bahagia meskipun hanya 1 rahmat daripada 100 rahmat yang disediakan oleh ALLAH Ar-Rahman.

Adalah sewajarnya kita bersyukur di atas kurniaan Illahi yang ketidak terhinggaan sejak dari dalam rahim ibu kita hinggalah ke saat ini. Dihiasi diri kita dengan pelbagai pancaindera untuk merealisasikan segala kemahuan dan kehendak diri zahir dan batin. Dicurahkan ilmu kehidupan dengan perantaraan RasulNya yang mulia Muhammad S.A.W dengan pusaka yang paling tidak terucap nilainya Al-Quran agar ketenangan dan kesenangan milik kita sepenuhnya.

Namun apa yang masih dikhuatiri kehidupan kita tidak selaras dengan kehendak Al-Quran dan As-Sunnah. Kita masih ambil sedikit sahaja dari apa yang difirmankanNya dan mengamalkan mengikut hawa nafsu sendiri. Memang kita tidak mampu melaksanakan 100% perintah tetapi amat penting bagi kita berniat mendalami ilmu semoga sedikit sebanyak dapat menghidupkan hati sanubari ke arah mentauhidkan ALLAH Yang Maha Tunggal, Tidak Beranak, Tidak Diperanakkan, Yang Tidak Ada Sesuatu MenyerupaiNya.

Ikhlaskan diri kita menyembah hanya kepada DIA yang menjadikan alam ini dalam ilmuNya yang tiada awal dan tiada akhir. Justru tujuan kita diciptakan hanyalah beribadah (ubudiah) menyembah dengan sebenar-benar yakin, tulus dan quddus suci kepada DIA. Tiada yang seumpama seumpama denganNYA memberi maksud tidak ada sesuatu ciptaanNya, tidak ada sesuatu yang dilihat, didengar, terdetik di hati, tercapai di akal dapat menjadi misal perbandingan dengan ALLAH Yang Maha Suci.

DIA yang Maha Mendengar tanpa perlu kepada makhluk, tanpa perantaraan ruang dan waktu. DIA yang Maha Melihat tanpa perantaraan cahaya dan warna. DIA yang Maha Mengetahui tanpa sistem radar dan komunikasi hatta semut hitam yang merayap di atas batu yang amat hitam di malam gelap gulita.

Kita yang lemah terjadi dari setitis air yang hina dijadikanNYA dengan sempurna wajib mengakui kekerdilan dan kerendahan diri sebelum kita dimatikanNYA. Wajib bagi kita mentauhidkan aqidah tidak kepada selainNYA. Hinalah bagi yang menjadi hamba wang, hamba anak, hamba material, hamba dunia dan seisinya bila mana sekiranya nilai dunia dan seisinya sama dengan sebelah sayap nyamuk tidak akan diberi oleh ALLAH setitis air sejuk kepada orang kafir. Maka rebutlah peluang yang ada, waktu yang belum tentu masih berbaki untuk kita mengingatiNYA sentiasa setiap detik.

Sempurnakan akhlak kita dengan menunaikan hak-hak diri, hak isteri, hak anak-anak, hak ibubapa, hak jiran, hak masyarakat, hak tanah air sebelum kita dipersoalkan kemudian di alam yang abadi akhirat. Melihat ALLAH menjadi puncak kejayaan kita sebagai mukmin yang sejati dan dunia yang kita hayati hari ini menjadi jambatan dan ujian sementara buat memenuhi matlamat asal manusia dilahirkan.

Thursday, November 13, 2008

TIPUDAYA

tipudaya manusia tiada makna

tipudaya iblis membawa bencana

tipudaya jin terpesona

namun semuanya fana

bagai fatamorgana

apalah ada pada tipudaya

tiada daya tiada upaya melainkan daya upaya ALLAH Maha Pencipta

tiada tipudaya melainkan tipudaya ALLAH Maha Bijaksana

di sebalik tipudaya

manusia berpura-pura

jin bermaharaja lela

iblis durjana

janji ALLAH Maha Benar

firman ALLAH Maha Pelaksana

azab ALLAH Maha Perkasa

sekiranya tiada diciptakan tipudaya

seandainya tiada bisikan tipudaya

kosonglah alam semesta

kusamlah permata

lompanglah benua

tanpa senyum tawa

tanpa tangis sedan

tanpa wajah ceria

tanpa halwa telinga

tanpa lazat rasa

kecewa sengsara lara duka nestapa

Maha Kasih ALLAH pada manusia

Maha Sayang ALLAH pada segala

Maha Cinta ALLAH pada hambaNYA

sujudlah ruku'lah qiamlah

untukNYA bagi DIA kepada ALLAH Maha Tidak Terjangkau

Wednesday, November 12, 2008

TIADA DAYA

tiada daya manusia untuk hidup tanpa Allah

tiada daya anak kecil untuk menangis tanpa Allah

tiada daya darah untuk mengalir tanpa Allah

Allah Al Haq

Allahu Rabb

Allahu Karim

Allah Al 'Alim

tiada upaya diri untuk berdiri tanpa DIA

tiada upaya bumi untuk beredar tanpa DIA

tiada upaya atom untuk bergetar tanpa DIA

DIA segalanya

DIA meliputi semua seisi semesta

DIA yang nyata dalam sembunyi

tiada ruang menempati tanpaNYA

tiada detik berlalu tanpaNYA

tiada jirim berjisim tanpaNYA

DIA yang disebut sentiasa tanpa perlu penyebut

DIA yang disyukur adalah sebaik-baik AS-Syakur

DIA yang dicinta segala adalah Pemilik cinta dan pencinta

tanpaNYA tiada wujud

tanpaNYA tiada ruku' dan sujud

tanpaNYA tiada juzuk

dengan DIA berbicara manusia

dengan DIA berkicau unggas

dengan DIA berkilau mutiara

dengan DIA bersinar cahaya

Ya Rabb ampuni segala dosa hamba-hambaMU

Ya Rabb rahmatMU meliputi semesta

Ya Rabb hamba-hambaMU tidak akan mampu

Ya Rabb hamba-hambaMU kelu

Ya Rabb hamba-hambaMU dungu

Ya Rabb hamba-hambaMU sedu

Mohon kepadaMU Ya ALLAH jalan keluar yang sebaiknya untuk hamba-hambaMU

menuju kepadaMU

mengabdi untukMU

mendekatiMU

menatapMU

bersamaMU

Amiinnn Ya Rabbal 'Alamiinn!

Tuesday, November 11, 2008

AKHLAK TERBILANG RASUL ALLAH MUHAMMAD SAW

Di sudut pasar Madinah ada seorang pengemis Yahudi buta yang setiap harinya selalu berkata kepada setiap orang yang mendekatinya, Wahai saudaraku, jangan dekati Muhammad, dia itu orang gila, dia itu pembohong, dia itu tukang sihir, apabila kalian mendekatinya maka kalian akan dipengaruhinya.

Namun, setiap pagi Muhammad Rasulullah SAW mendatanginya dengan membawakan makanan, dan tanpa berucap sepatah kata pun Rasulullah SAW menyuapkan makanan yang dibawanya kepada pengemis itu sedangkan pengemis itu tidak mengetahui bahwa yang menyuapinya itu adalah Rasulullah SAW. Rasulullah SAW melakukan hal ini setiap hari sampai beliau wafat.

Setelah wafatnya Rasulullah SAW, tidak ada lagi orang yang membawakan makanan setiap pagi kepada pengemis Yahudi buta itu. Suatu hari sahabat terdekat Rasulullah SAW yakni Abu Bakar RA berkunjung ke rumah anaknya Aisyah RA yang tidak lain tidak bukan merupakan isteri Rasulullah SAW dan beliau bertanya kepada anaknya itu, Anakku, adakah kebiasaan kekasihku yang belum aku kerjakan?

Aisyah RA menjawab,Wahai ayah, engkau adalah seorang ahli sunnah dan hampir tidak ada satu kebiasaannya pun yang belum ayah lakukan kecuali satu saja.
Apakah itu?, tanya Abu Bakar RA. Setiap pagi Rasulullah SAW selalu pergi ke hujung pasar dengan membawakan makanan untuk seorang pengemis Yahudi buta yang ada disana, kata Aisyah RA.

Keesokan harinya Abu Bakar RA pergi ke pasar dengan membawa makanan untuk diberikan kepada pengemis itu. Abu Bakar RA mendatangi pengemis itu lalu memberikan makanan itu kepadanya.
Ketika Abu Bakar RA mulai menyuapinya, sipengemis marah sambil mengherdik, Siapakah kamu?
Abu Bakar RA menjawab,Aku orang yang biasa (mendatangi engkau).
Bukan! Engkau bukan orang yang biasa mendatangiku, bantah si pengemis buta itu.

Apabila ia datang kepadaku tidak susah tangan ini memegang dan tidak susah mulut ini mengunyah.
Orang yang biasa mendatangiku itu selalu menyuapiku, tapi terlebih dahulu dihaluskannya makanan tersebut, setelah itu ia berikan padaku, pengemis itu melanjutkan perkataannya.

Abu Bakar RA tidak dapat menahan air matanya, ia menangis sambil berkata kepada pengemis itu,
Aku memang bukan orang yang biasa datang padamu. Aku adalah salah seorang dari sahabatnya, orang yang mulia itu telah tiada. Ia adalah Muhammad Rasulullah SAW.

Seketika itu juga pengemis itu pun menangis mendengar penjelasan Abu Bakar RA, dan kemudian berkata,
Benarkah demikian? Selama ini aku selalu menghinanya, memfitnahnya, ia tidak pernah memarahiku sedikitpun, ia mendatangiku dengan membawa makanan setiap pagi, ia begitu mulia....


Pengemis Yahudi buta tersebut akhirnya bersyahadat di hadapan Abu Bakar RA saat itu juga dan sejak hari itu menjadi muslim.

Justeru, wahai saudaraku, bisakah kita mentauladani kemuliaan akhlaq Rasulullah SAW?
Atau adakah setidaknya berniat untuk mentauladani beliau?
Beliau adalah ahsanul akhlaq, semulia-mulia akhlaq.

Kalaupun tidak dapat kita mentauladani beliau seratus peratus, alangkah baiknya kita berusaha mentauladani sedikit demi sedikit, kita mulakan dari apa yang kita sanggup melakukannya.

Sedeqah Jariah salah satu darinya mudah dilakukan, pahalanya?
MasyaAllah.. ..macam meter teksi...berjalan terus.

Sedeqah Jariah - Kebajikan yang tak berakhir.

1. Berikan al-Quran pada seseorang, dan setiap dibaca, Anda mendapatkan hasanah.

2. Sumbangkan kursi roda ke hospital dan setiap orang sakit menggunakannya, Anda dapat hasanah.

4. Bantu pendidikan seorang anak.

5. Ajarkan seseorang sebuah do'a. Pada setiap bacaan do'a itu, Anda dapat hasanah.

6. Bagi CD Quran atau Do'a.

7. Terlibat dalam pembangunan sebuah mesjid.

8. Tempatkan pendingin air di tempat awam.

9. Tanam sebuah pohon. Setiap seseorang atau binatang berlindung dibawahnya, Anda dapat hasanah.

10. Sebarkan tulisan ini. Jika seseorang menjalankan salah satu dari hal di atas, Anda dapat hasanah sampai hari Qiamat.

Aminnnnnn...